Biografi Anas Urbaningrum

ADSENSE HERE
Anas Urbaningrum
Anas Urbaningrum (lahir 15 Juli 1969; umur 42 tahun) adalah Ketua Umum DPP Partai Demokrat, partai pememang pemilihan umum Indonesia 2009. Terpilih pada usia 40 tahun menjadikannya salah seorang ketua partai termuda di Indonesia. Sebelumnya ia menjalankan tugas sebagai Ketua Bidang Politik dan Otonomi Daerah DPP Partai Demokrat dan Ketua Fraksi Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat RI. Anas terpilih menjadi anggota DPR RI pada Pemilu 2009 dari daerah pemilihan Jawa Timur VII yang meliputi Kota Blitar, Kabupaten Blitar, [Kediri], Kabupaten Kediri dan Kabupaten Tulungagung dengan meraih suara terbanyak. Sejak terpilih menjadi ketua partai, ia mengundurkan diri dari jabatannya di DPR.

Lahir di desa Ngaglik, Srengat, Blitar, Jawa Timur, Anas menempuh pendidikan dari SD hingga SMA di Kabupaten Blitar. Setelah lulus dari SMA, ia masuk ke Universitas Airlangga, Surabaya, melalui jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) pada 1987. Di kampus ini ia belajar di Jurusan Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, hingga lulus pada 1992.
Anas melanjutkan pendidikannya di Program Pascasarjana Universitas Indonesia dan meraih gelar master bidang ilmu politik pada 2000. Tesis pascasarjananya telah dibukukan dengan judul “Islamo-demokrasi: Pemikiran Nurcholish Madjid” (Republika, 2004). Kini ia tengah merampungkan studi doktor ilmu politik pada Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Kiprah Anas di kancah politik dimulai di organisasi gerakan mahasiswa. Ia bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) hingga menjadi Ketua Umum Pengurus Besar HMI pada kongres yang diadakan di Yogyakarta pada 1997.
Dalam perannya sebagai ketua organisasi mahasiswa terbesar itulah Anas berada di tengah pusaran perubahan politik pada Reformasi 1998. Pada era itu pula ia menjadi anggota Tim Revisi Undang-Undang Politik, atau Tim Tujuh, yang menjadi salah satu tuntutan Reformasi.
Pada pemilihan umum demokratis pertama tahun 1999, Anas menjadi anggota Tim Seleksi Partai Politik, atau Tim Sebelas, yang bertugas memverifikasi kelayakan partai politik untuk ikut dalam pemilu. Selanjutnya ia menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2001-2005 yang mengawal pelaksanaan pemilu 2004.
Setelah mengundurkan diri dari KPU, Anas bergabung dengan Partai Demokrat sejak 2005 sebagai Ketua Bidang Politik dan Otonomi Daerah.
Pengalaman
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat 2010-2015
Anggota DPR RI dan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Periode 2009-2014 (mengundurkan diri pada 2010)
Pimpinan Kolektif Nasional KAHMI 2009 - sekarang
Ketua Yayasan Wakaf Paramadina 2006 - sekarang
Ketua DPP Partai Demokrat 2005-2010
Anggota KPU 2001-2005
Ketua Umum Yayasan Katalis, Komunitas untuk Transformasi Sosial, 2000
Anggota Tim Seleksi Parpol Peserta Pemilu 1999 (Tim 11), 1999
Anggota Tim Revisi UU Politik (Tim 7), 1998
Ketua Umum PB HMI 1997-1999
Kehidupan Pribadi dan Keluarga
Olah raga merupakan salah satu hobby Anas, selain membaca. Anas gemar bermain volley, bulu tangkis dan sepak bola. Hampir tidak pernah ia melewatkan kesempatan menonton langsung pertandingan Tim Nasional Indonesia. Ia pernah mengatakan bahwa sewaktu menjadi wartawan di Surabaya, penugasan favoritnya adalah meliput pertandingan sepak bola. Kini, Anas kerap diundang menjadi komentator pertandingan sepak bola nasional dan internasional di televisi. 
Anas mengaku sebagai pecinta kuliner nusantara. Lewat Twitter (akun: @anasurbaningrum), ia berbagi gambar dan informasi sajian lezat dan tempat bersantap di seantero tanah air.Anas menikah dengan Athiyah Laila Attabik (Tia). Anas dan Tia pertama kali bertemu karena diperkenalkan teman-teman di HMI Yogyakarta. Menurut Tia, dia dan Anas tidak pernah berpacaran. Masa perkenalannya pun sangat singkat, hanya empat bulan. Tia dan Anas hanya bertemu tiga kali dan bicara lewat telepon empat kali. Menurut Tia, “Saat dia melamar, saya pun sudah merasa klik dengannya.”Dalam sebuah wawancara, Ryaas Sayid mengenang permintaan Anas agar ia menjadi juru bicara untuk melamar kepada orang tua Tia, K.H. Attabik Ali, di Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta. Bersama Andi Mallarangeng dan Affan Gaffar (alm.) berangkatlah Ryaas ke Yogyakarta. Anas dan Tia menikah pada 10 Oktober 1999 di Yogyakarta.
Kini, Anas dan Tia tinggal di Duren Sawit, Jakarta Timur, bersama keempat anak mereka: Akmal Naseery (lahir 2000), Aqeela Nawal Fathina (lahir 2001), Aqeel Najih Enayat (lahir 2003), dan Aisara Najma Waleefa (lahir 2005).
Penghargaan
Bintang Jasa Utama dari Presiden RI, 1999 Bintang Jasa Utama dari Presiden RI, 1999
Publikasi
Revolusi Sunyi: Mengapa Partai Demokrat dan dan SBY Menang Pemilu 2009?, (Jakarta: Teraju), 2010
Bukan Sekadar Presiden, (Jakarta: Hikmah), 2009
Takdir Demokrasi: Politik untuk Kesejahteraan Rakyat, (Jakarta: Teraju), 2009
Menjemput Pemilu 2009, (Jakarta: Yayasan Politika), 2008
Melamar Demokrasi: Dinamika Pemilu Indonesia, (Jakarta: Republika), 2004
Islamo-demokrasi: Pemikiran Nurcholish Madjid, (Jakarta: Republika), 2004
Pemilu Orang Biasa: Publik Bertanya Anas Menjawab, , (Jakarta: Republika), 2004
Ranjau-Ranjau Reformasi: Potret Konflik Politik Pasca Kejatuhan Soeharto, (Jakarta: Raja Grafindo Persada), 1999
Jangan Mati Reformasi, (Jakarta: Yayasan Cita Mandiri Indonesia), 1999
Menuju Masyarakat Madani: Pilar dan Agenda Pembaruan, (Jakarta: Yarsif Watampone), 1997.
sumber: wikipedia.org
ADSENSE HERE